Kalimat pertama : "Anda salah, tidak menghargai institusi. Harusnya anda sendiri yang mempersiapkan teks pidato. "
Kalimat Kedua : "Kang pidato ini sangat penting, jadi jangan menyuruh orang lain."
Kalimat Kedua : "Kang pidato ini sangat penting, jadi jangan menyuruh orang lain."
Dua-duanya dalam situasi dan kondisi yang sama yaitu Pimpinan tidak puas dan menegur salah seorang Pejabat yang mempercayakan pembuatan teks pidato Pimpinan kepada salah satu stafnya. TETAPI nuansanya lain. Kalimat pertama menyudutkan, menyalahkan, menyerang dan konfrontatif. Sementara kalimat kedua, menegur dengan bahasa yang santun dan menghargai harkat kemanusiaa sang Pejabat.
Maka hasilnya adalah dengan kalimat pertama Pejabat merasa tidak dihargai, didzolimi, diperlakukan semena-mena, dan tidak didengarkan sehingga kemungkinan Pejabat mengerjakan dengan rasa dongkol dan terpaksa. Dengan kalimat kedua Pejabat disadarkan atas kesalahannya tetapi merasa dihargai sebagai manusia sehingga kemungkinan akan mengerjakan tugas dengan rasa bangga dan penuh penghormatan.
Itulah rasa bahasa. Taste of language. Haha ...

0 comments :
Post a Comment