Menikmati Proses
Sepedaan di pagi hari. Matahari menggeliat, belum lagi
bangun. Udara dan cahaya pagi yang segar dan temaram. Beberapa petani turun ke
sawah menarik garis lurus. Beberapa menanam benih. Beberapa duduk sambil
makanan ringan. Beberapa sedang transaksi. Beberapa melangkah di jalanan beton.
Kelihatannya damai, tenang, nyantei, akrab, atau segala
apapun yang kelihatannya ideal. Secara nalar dan penglihatan fisik seperti itu.
TETAPI pengalaman mengatakan lain.
Bahwa setiap fase kehidupan, setiap tempat, setiap waktu,
setiap perjalanan, setipan proses beriringan beserta permasalahannya sendiri.
Setiap step adalah pengalaman dan ujian yang dapat ditangisi atau dinikmati.
Diratapi atau dihayati dengan ceria.
Seperti anak sekolah yang memiliki lingkungan pergaulan,
masalah dan ujiannya sendiri-sendiri sesuai maqomnya masing-masing. Anak SD
pengalaman anak SD beserta permasalahan anak SD, anak SMP pengalaman anak SMP
beserta permasalahan anak SMP dan seterusnya.
Allah dan alam memproses dan menyediakan masalah sesuai dengan
perkembangan pemikiran, emosi, usia. Tidak ada yang lebih dan tidak boleh
lebih. Masalah anak SD tentu sangat pelik bagi anak seusianya tapi sangat
sederhana bagi anak SMP. Pengalaman
petani miskin sangat komplesk dan pelik bagi para petani tetapi sangat
sederhana bagi konglomerat. Etc.
Maka the time meski
dijalani, dihayati, direnungkan, dinikmati sebagai bagian dari kehidupan.

0 comments :
Post a Comment