Powered by Blogger.
Home » » ARSIP PARADIGMA KEPEMIMPINAN SYSTEM

ARSIP PARADIGMA KEPEMIMPINAN SYSTEM

Written By Suheryana Bae on Wednesday, May 3, 2017 | 6:21 PM

Dahulu kala, di zaman kerajaan, keberhasilan dan kelangsungan sebuah kerajaan sangat bergantung pada sang raja. Kharisma, kesaktian, dan keturunan menjadi penentu utama. Namun, di era milenial sekarang, banyak hal telah berubah. Kini, sebuah organisasi, institusi, atau komunitas lebih banyak dipengaruhi oleh sistem.

Sistem, dalam konteks ini, adalah seperangkat nilai, aturan, dan norma yang berjalan bersama-sama, menciptakan harmoni dan efisiensi dalam sebuah organisasi. Pimpinan puncak bukan lagi satu-satunya penentu keberhasilan. Ada banyak pemimpin di level menengah dan bawah yang juga berperan penting. Jika semua komponen ini berjalan dengan baik, maka organisasi akan bergerak maju dengan cepat.

Keberadaan pimpinan puncak berada di balik layar. Mereka hadir, tetapi tidak selalu menjadi penentu utama. Dan jika ada satu subsistem yang rusak atau tidak berfungsi, maka akan mengganggu kinerja keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk memperbaiki atau mengganti subsistem yang tidak berfungsi, seperti mengganti onderdil pada mesin.

Lantas, apa peran pimpinan puncak dalam sistem ini? Mereka berperan penting dalam menciptakan dan memelihara sistem. Wawasan, kebijakan, keberanian serta keterampilan mengambil keputusan pimpinan puncak sangat menentukan keberhasilan sebuah institusi.

Kelebihan dari sebuah organisasi yang dikelola oleh sistem adalah efisiensi dan efektivitas. Sistem memungkinkan organisasi berjalan dengan lancar, bahkan tanpa kehadiran pimpinan puncak. Selain itu, sistem juga memungkinkan distribusi tugas dan tanggung jawab yang lebih jelas dan proporsional, sehingga mengurangi beban pada satu individu atau kelompok.

Untuk menciptakan sistem yang efektif, beberapa unsur penting harus ada. Pertama, seperangkat nilai dan norma yang jelas dan diterima oleh semua anggota organisasi. Kedua, struktur organisasi yang jelas, dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang proporsional. Ketiga, harus ada mekanisme komunikasi yang baik, sehingga informasi dapat disampaikan dengan cepat dan akurat. Keempat, harus ada mekanisme pengawasan dan evaluasi untuk memastikan bahwa semua komponen sistem berjalan dengan baik. 


0 comments :

Post a Comment