I
Aku
ingin membuat sajak untukmu
Yang
teramat indah
Sebab
kau to boleh hilang
Tertelan
waktu
Kau
adalah Cahaya kehidupanku
Adalah
nafasku
Adalah
jantungku
Adalah
nadiku
Adalah
tanganku adalah karyaku
Adalah
matahariku
Adalah
rembulanku
Adadalah
anggurku
Adalah
hidupku
II
Seperti
bayi
Aku
merengek di pangkuanmu
Aku
menangis di pangkuanmu
Aku
tertawa di pangkuanmu
Seperti
bayi
Ah,
aku mencintamu spenuhnya
Mengertikah
kau kekasih
III
Biar
Kuterjang
ombak
Biar
Kutembus hujan
Biar
Kuserap nafas
Kutelan angin
Kuisap debu
Kuinjak duri
Kugapai langit
Kekasih
Demi kau kupersembahkan bulan
Demi kau kupetik anggur
Kekasih
Demi kau kekasih
IV
Kekasih, aku ingin jadi lelaku yang bijak
Yang tidak cemburu ketika kau dicium lelaki lain
Yang tidak menangis ketika kau menginjak-injak cintaku
Yang tidak marah ketika kau menampar wajahku
Yang tidak meradang ketika kau membunuh cintaku
Aku ingin menjadi lelaki yang bijak
Yang membutuhkanmu
Tapi tidak mengikatmu
Yang dibutuhkan kamu
Tapi tidak terikat olehmu
Sungguh kekasih
Aku ingin jadi lelaki sjati
Yang mampu menikmtai keindahan cinta
Yang tidak mudah goyah dan tegak pada kedirian
V
Matamu, duh
Bibirmu, duh
Senyummu, duh
Mabuk, mabuk aku
Karena-Mu kekasih
Langit, laut, gunung,
bumi, pelangi, danau
Biarlah lumat jadi abu
Asal kau tetap dalam
dekapan


0 comments :
Post a Comment