Kelas menengah desa yaitu orang yang memiliki pekerjaan, terdidik, pegawai, pedagang, petani melek informasi atau anak muda yang pulang kampung membawa ilmu, dapat berperan penting dalam pembangunan. Jembatan antara ide besar dengan realitas desa.
Ketika punya uang lebih, maka dipakainya untuk membuat usaha kecil menyerap tenaga kerja lokal. Ketika punya pendidikan, maka ia terjun jadi relawan yang mengajari anak-anak atau membantu pengelola bumdes. Ketika punya jaringan maka menarik investor, menyelenggarakan pelatihan gratis, atau membuka akses pasar untuk produk desa. Ketika punya pengalaman, disebarkan ke orang-orang sekitar. Tidak pelit berbagi ide, pengalaman, dan pemikiran untuk kemajuan desa.
Intinya, kelas menengah desa itu seperti “bensin premium” yang membuat mesin pembangunan desa ngegas. Kalau kelas menengahnya aktif, desa tidak hanya bertahan — tapi melesat jadi desa mandiri, keren, dan bikin bangga.

0 comments :
Post a Comment