Kehidupan adalah pilihan. Kaya-miskin, cerdas-bodoh, pekerja-penganggur, pejabat-staf, Jurnalis-pengusaha, artis-pelacur, alim-jahat, rapi-kuleuheu, bersih-kotor, rajin-malas, atau apapun adalah pilihan kita sendiri. Setidaknya begitulah menurut DR. Ibrahim Elfiky,
Alur pikirannya adalah --uraian ini pun pemaknaan terhadap buku Ibrahim Elfiky -- kalau kita ingin mendapatkan istri yang cantik maka memilih pikiran, perasaan, sikap, tingkah laku, pergaulan, keberanian berpusat pada calon istri cantik. Mencari, bergaul dengan, mengamati kebiasaan, berdandan, mendekati dan memupuk keberanian untuk menyatakan cinta pada perempuan cantik. Atau katakanlah memilih jadi kyai, maka akan mengaji, rajin ke mesjid, mencari referensi agama, berpakaian, berpikir, berkata, bergaul dengan orang-orang yang sholeh. ETC.
Maka sekali lagi kehidupan kita hari ini adalah keputusan memilih hari kemarin. Menyalahkan nasib, kesempatan, keadaan hanyalah pembenaran orang-orang yang tidak bertanggungjawab. So, apa pilihan hidupmu ?

0 comments :
Post a Comment