Powered by Blogger.

Mainan

Written By Suheryana Bae on Wednesday, December 9, 2015 | 5:38 PM

Di kehidupan tidak ada habis-habisnya mainan manusia. Catur di zaman romawi, sepakbola api di zaman penjajahan, perempuan di segala zaman, tarian, televisi, filem, politik, jabatan, uang etc. 

Dan dalam perjalanan abad XXI, yang aku rasakan intensitas, daya masif, vulgar, keberanian, intesitas a moralenya semakin meningkat, semakin kotor semakin gila. 

Mungkin karena itulah abad tidak lagi terasa lama. Tahun secara relatif tidak lagi 360 hari, sehari bukan lagi dua puluh empat jam, jam bukan lagi enampuluh detik. Waktu berkelebat bagai kilat tanpa penghayatan, boleh jadi tanpa makna. 

Kalau kakek dengan hafal dan antusias menceritakan perjalanan kehidupan sampai detail dan dengan penghayatan emosional, semisal cerita ketika bersembunyi dari kejaran gerombolan, perkelahiah antar perguruan, atau pengembaraan ke suatu tempat dalam jangka waktu tahunan, bahkan perjalanan seharian untuk bersilaturahmi dengan keluarga. TETAPI sekarang, bahkan pengembaraan di daerah konflik, perjalanan haji, perjalanan ke luar negeri, apalagi sekedar perjalan jam-jaman atau harian, tidak lagi memiliki ruh untuk dihayati atau diceritakan. Sang waktu seperti tidak menyisakan ruang untuk menghayati apapun. 

Entahlah. Tahu-tahu memasuki setengah abad perjalanan terakhir. 

0 comments :

Post a Comment