Kerja dan pekerjaan itu ternyata ada maqom-maqomnya.
Maqom pertama adalah sekedar kerja.
Pekerja seperti ini hanya menggugurkan kewajiban. Datang, hadir, bekerja angin-anginan dan pulang. Awal bulan tanda tangan gaji, terkadang hanya tanda tangan karena gajinya tinggal recehan. Outputnya tidak jelas bahkan kehadiran atau ketidakhadirannya pun tidak memberi warna signifikan bagi institusi.
Maqom kedua adalah, kerja dengan disiplin.
Pekerja yang seperti ini datang ke kantor tepat waktu, istirahat tepat waktu, pulang tepat waktu. Mengerjakan tugas sesuai dengan aturan normatif. Fokus pada bidang tugasnya. Begitu masuk jam istirahat, maka beristirahat tanpa memperhatikan pekerjaan yang sedang digarap. Dan pada saat jam pulang, segera berkemas walaupun pekerjaan belum selesai.
Maqom ketiga adalah kerja keras.
Pekerja yang seperti ini mengerahkan segenap kemampun, wawasan dan keterampilan untuk menyelesaikan pekerjaan. Setiap tugas dikerjakan sampai tuntas walaupun seringkali harus lembur. Kalau perlu hari libur dipakai untuk bekerja. Pantang kerja tak tuntas menurut istilah kampus. Tipe pekerja seperti ini tekun dan bertanggungjawab terhadap pekerjaanya. Outpunya jelas tetapi hanya terbatas pada output personal. Kariernya akan sulit berkembang maksimal karena hanya bekerja sendiri dan tidak membangun sinergitas.
Maqom keempat adalah kerja cerdas.
Pekerja seperti ini memiliki kemampuan, wawasan dan keterampilan teknis yang mumpuni. Tetapi selain itu, mampu menjalin sinergi dengan orang lain. Oleh karena itu hasilnya optimal. Inilah pekerja yang memiliki kepemimpinan. Mampu mengarahkan diri sendiri dan juga mengarahkan orang lain. Mampu membangun sinergi. Kariernya akan berkembang bersamaan dengan perkembangan karier orang di sekelilingnya serta prestasi institusi secara keseluruhan.

0 comments :
Post a Comment