Pemikiran hari ini sampai pada maqom dimana yang
terpenting bagiku adalah jalan hidupku, hasratku, pasiionku, pilihan hidupku.
Tidak lagi berambisi untuk menjadi pejabat yang didamba dan diagung-agungkan
orang, tetapi lebih pada mengembangkan diri sehingga mampu mengaktualisasi diri
bersama orang-orang yang berada dalam lingkaran;
Tuntutan loyalitas biarlah menjadi masa lalu, memaksakan
kebersamaan telah lewat, intimidasi normatif tidak lagi bagian dari
kepemimpinan. Aku hanya perlu menjadi diriku sendiri dengan semangat
pengembangan diri dan semangat mempersembahkan kinerja terbaik bagi institusi.
Orang-orang yang berada dalam lingkaran biarlah membuat pilihanya
sendiri-sendiri. Yang merasa perlu dan berada dalam suasana yang pas untuk
pengembangan diri dan institusi, akan berjalan bersama dengan saling memberi
pelajaran, saling asah-asih-asuh, saling mendukung, saling memberi kesempatan,
saling menghargai, saling toleransi, saling berbagi ilmu dan wawasan, saling
mengingatkan. Keihlasan tanpa batas. Loyalitas tanpa paksaan.
Adapun orang-orang yang akan memilih jalur diluar kebersamaan,
maka diberi keleluasaan. Bahkan untuk memfitnah, menggunjing, menjelekan atau
perilaku buruk apapun akan dipersilahkan. Tapi kalau mengajak bertempur akan dihadapi
tanpa keraguan sedikitpun. Bahkan naluri untuk “mengalahkan tanpa belas
kasihan”, mengumbar keberanian sampai batas akhir akan dipupuk, ditumbuhkan dan
diterapkan. Tidak ada lagi kamus “menghindar” seperti pengecut.
Inilah maqom yang menjadi mazhabku.

0 comments :
Post a Comment