Powered by Blogger.
Home » » Mazhab Birokrat

Mazhab Birokrat

Written By Suheryana Bae on Saturday, February 20, 2016 | 1:11 PM

Pemikiran hari ini sampai pada maqom dimana yang terpenting bagiku adalah jalan hidupku, hasratku, pasiionku, pilihan hidupku. Tidak lagi berambisi untuk menjadi pejabat yang didamba dan diagung-agungkan orang, tetapi lebih pada mengembangkan diri sehingga mampu mengaktualisasi diri bersama orang-orang yang berada dalam lingkaran;

Tuntutan loyalitas biarlah menjadi masa lalu, memaksakan kebersamaan telah lewat, intimidasi normatif tidak lagi bagian dari kepemimpinan. Aku hanya perlu menjadi diriku sendiri dengan semangat pengembangan diri dan semangat mempersembahkan kinerja terbaik bagi institusi. Orang-orang yang berada dalam lingkaran biarlah membuat pilihanya sendiri-sendiri. Yang merasa perlu dan berada dalam suasana yang pas untuk pengembangan diri dan institusi, akan berjalan bersama dengan saling memberi pelajaran, saling asah-asih-asuh, saling mendukung, saling memberi kesempatan, saling menghargai, saling toleransi, saling berbagi ilmu dan wawasan, saling mengingatkan. Keihlasan tanpa batas. Loyalitas tanpa paksaan.

Adapun orang-orang yang akan memilih jalur diluar kebersamaan, maka diberi keleluasaan. Bahkan untuk memfitnah, menggunjing, menjelekan atau perilaku buruk apapun akan dipersilahkan. Tapi kalau mengajak bertempur akan dihadapi tanpa keraguan sedikitpun. Bahkan naluri untuk “mengalahkan tanpa belas kasihan”, mengumbar keberanian sampai batas akhir akan dipupuk, ditumbuhkan dan diterapkan. Tidak ada lagi kamus “menghindar” seperti pengecut.


Inilah maqom yang menjadi mazhabku. 

0 comments :

Post a Comment