Kakak saya terpilih menjadi Pimpinan.
Dan tiba-tiba hasrat yang terpendam beberapa lama muncul ke permukaan. Ingin
menjadi “sesuatu”. Ada beberapa alasan, pertama ingin merasakan sensasi dan
tantangan menjadi pemimpin sehingga mempunyai pengalaman praksis. Kedua, ingin
memberikan pencerahan kepada orang-orang tentang banyak hal. Rasanya dari
beberapa pengalaman di kampus dan pengalaman menjadi birokrat ada sesuatu yang
dapat dikontribusikan untuk kemajuaan dan kesejahteraan. Dan ketiga,-- mungkin
saja ini hasrat bawah sadar-- ingin berkuasa, sebuah nafsu manusiawi.
Rasanya sudah begitu bulat aku akan
meminta dibantu untuk menjadi “sesuatu”. Dengan berbagai cara dan pendekatan tentunya,
yang penting bisa menjadi “sesuatu”. Tinggal menunggu momen saja untuk
berbicara. Sebuah permainan tingkat tinggi sebagaimana layaknya di sebuah
nagari –persisnya kolusi dan nepotisme--.
TETAPI entah dibisiki angin dari mana,
pada saat ini muncul kesadaran baru. Bahwa aku dengan cara apapun tidak akan
meminta jabatan “sesuatu”. Pertama, karena saya tidak yakin bahwa di jabatan “sesuatu”
aku akan merasa lebih mendapat kenyamanan. Kedua, saya juga tidak yakin bahwa
di jabatan “sesuatu” akan mendapat penghasilan yang lebih tinggi. Dan
pertimbangan ketiga, bahwa bagaimanapun kolusi dan nepotisme tidaklah
baik.

0 comments :
Post a Comment