Banyak institusi mengeluhkan keterbatasan
atau kurangnya Sumber Daya Manusia sehingga tidak menghasilkan kinerja optimal
atau terhambat dalam menyelesaikan suatu tugas.
Pertanyaan mendasarnya adalah apa
indikator kurang, memadai atau kelebihan SDM dikaitkan dengan tugas-tugas yang
harus diselesaikan ? Pernahkan dibuat standar kerja bagi setiap orang yang ada
di institusi ? Mengapa masih ada beberapa orang yang menghabiskan waktu tanpa
melaksanakan tugas –nonton TV, ngerumpi, tiduran, main game etc – padahal Pimpinan
di Institusi tersebut masih mengeluhkan tentang kekurangan SDM.
Apapun alasannya, tidak ada
pembenaran bagi tertundanya pelaksanaan tugas atau terhambatnya pelaksanaan fungsi
dan kewenangan, kata seorang Polisi. Setiap Pimpinan harus bisa mensiasati
keterbatasan SDM dengan strateginya masing-masing. Strategi dimaksud antara lain penyusunan
Standar Operating prosedur, kejelasan siapa mengerjakan apa dimana berapa lama,
memperbaharui motivasi kerja, menumbuhkan semangat kebersamaan dalam suatu
koordinasi, memelihara budaya kerja, disiplin kerja, tanggungjawab, kejujuran,
loyalitas, pantang menyerah, kreatif dan inovatif, ketekunan, penataan sistem
yang terkoordinasi, pemanfaatan teknologi, dan berbagai strategi lainnya.
Maka
benar adanya, tidak ada alasan apapun, termasuk kendaraan SDM yang menjadi pembenaran
terhadap rendahnya kinerja dan produktivitas institusi.

0 comments :
Post a Comment