Powered by Blogger.
Home » » ARSIP Mimpi, Harapan, Kemanusiaan

ARSIP Mimpi, Harapan, Kemanusiaan

Written By Suheryana Bae on Sunday, March 27, 2016 | 5:15 PM

MIMPI, HARAPAN, KEMANUSIAAN
Hidup bukan semata-mata menghirup udara, menyusu, disunat, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, ibadah. Hidup lebih dari sekedar itu. Kehidupan yang hanya mengikuti siklus, berlari mengejar tujuan, tanpa penghayatan,  tanpa keterlibatan, tanpa menengok ke samping kiri-kanan-belakang, tanpa sedikit akrobat dan bermain-main adalah kehidupan yang kering, kehidupan yang datar, kehidupan yang tidak menarik dan tidak menantang.
Kehidupan harusnya ada sisi petualangan, ada proses trial and error, ada perjuangan, ada tangis dan tawa, ada harapan, ada mimpi-mimpi.
Karena itulah Mahapencipta menciptakan hidup dan kehidupan penuh misteri. Tidak ada yang tahu nasib akan menjadi apa dan berakhir “di mana”. Sebab kehidupan yang rutin, kehidupan yang pasti, betapa tidak menantang. Betapa tidak merangsang pemikiran dan kreatifitas, betapa tidak menggugah keberanian, betapa hampa tanpa gambling, tanpa proses yang melelahkan dan penuh harapan.
Maka manusia tanpa mimpi, manusia yang hanya mengikuti siklus dan rutinitas juga tidak menarik bagi dirinya dan bagi orang lain. Tanpa kejutan dan tidak menciptakan keindahan pelangi kehidupan. Kering, datar, membosankan. Demikian juga manusia tanpa memiliki harapan, pada hakekatnya adalah manusia yang telah mati sebelum mati.

Menjaga kemanusiaan adalah memberanikan diri untuk bermimpi, berjuang, dan menaruh harapan di masa depan.  3.27.16-5.15

0 comments :

Post a Comment