MIMPI, HARAPAN, KEMANUSIAAN
Hidup bukan semata-mata menghirup udara, menyusu,
disunat, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, ibadah. Hidup lebih dari sekedar
itu. Kehidupan yang hanya mengikuti siklus, berlari mengejar tujuan, tanpa
penghayatan, tanpa keterlibatan, tanpa
menengok ke samping kiri-kanan-belakang, tanpa sedikit akrobat dan bermain-main
adalah kehidupan yang kering, kehidupan yang datar, kehidupan yang tidak
menarik dan tidak menantang.
Kehidupan harusnya ada sisi petualangan, ada
proses trial and error, ada perjuangan, ada tangis dan tawa, ada harapan, ada
mimpi-mimpi.
Karena itulah Mahapencipta menciptakan hidup dan
kehidupan penuh misteri. Tidak ada yang tahu nasib akan menjadi apa dan
berakhir “di mana”. Sebab kehidupan yang rutin, kehidupan yang pasti, betapa
tidak menantang. Betapa tidak merangsang pemikiran dan kreatifitas, betapa
tidak menggugah keberanian, betapa hampa tanpa gambling, tanpa proses yang
melelahkan dan penuh harapan.
Maka manusia tanpa mimpi, manusia yang hanya
mengikuti siklus dan rutinitas juga tidak menarik bagi dirinya dan bagi orang
lain. Tanpa kejutan dan tidak menciptakan keindahan pelangi kehidupan. Kering,
datar, membosankan. Demikian juga manusia tanpa memiliki harapan, pada
hakekatnya adalah manusia yang telah mati sebelum mati.
Menjaga kemanusiaan adalah memberanikan diri
untuk bermimpi, berjuang, dan menaruh harapan di masa depan. 3.27.16-5.15


0 comments :
Post a Comment