Powered by Blogger.
Home » » Komunikasi dalam Praktik

Komunikasi dalam Praktik

Written By Suheryana Bae on Thursday, April 21, 2016 | 8:39 AM

Kelebihan orang Sunda adalah kemampuannya berkomunikasi low profile, selera humor yang tinggi, dan berkelakar dalam berbagai situasi. Kalau tokoh Sunda berbicara dalam forum apa pun, maka pasti ada ger geran, paling tidak senyum cerah dari audiens.  Kalau belum bisa berkelakar dalam situasi formal jangan dulu membanggakan diri sebagai orang Sunda.
Dengan berkelakar, komunikai tersampaikan dengan baik, kritik terdengar “merdu” , pembicaraan tidak terasa lama dan mengundang optimisme. TETAPI takarannya harus tepat. Terlalu banyak bergurau akan mengaburkan substansi bahkan mungkin membosankan. Apalagi kalau materi humor diulang-ulang pada setiap kesempatan tanpa kreatifitas mencipta. Mudah ditebak, tidak lagi menarik dan membosankan. Kontaproduktif.
Sebagaimana keterampilan-keterampilan lainnya, komunikasi adalah teori, seni dan praktik. Sesungguhnya lebih banyak ke pengalaman yang dibumbui teori dan seni. Pengalamanlah yang membuat komunikasi mengalir alamiah dan segar. Tanpa pengalaman dan penghayatan hanyalah pembicaraan robotik yang tikak “kena”. Seperti seorang pegawai atau pelayan minimarket yang mengucapkan salam, memperkenalan diri dan secara mekanis berkata “ada yang bisa saya bantu.”

Komunikasi yang mengalir dengan taste Sunda, tentu diperlukan oleh para Pimpinan Birokrasi sehingga menciptakan suasana santai yang bertanggungjawab, damai terarah, tenteram mencapai tujuan, kedekatan emosi antar sesama pegawai dan kebersamaan atau rasa korsa yang tinggi. 

0 comments :

Post a Comment