Kelebihan orang Sunda adalah
kemampuannya berkomunikasi low profile, selera humor yang tinggi, dan
berkelakar dalam berbagai situasi. Kalau tokoh Sunda berbicara dalam forum apa
pun, maka pasti ada ger geran, paling tidak senyum cerah dari audiens. Kalau belum bisa berkelakar dalam situasi
formal jangan dulu membanggakan diri sebagai orang Sunda.
Dengan berkelakar, komunikai
tersampaikan dengan baik, kritik terdengar “merdu” , pembicaraan tidak terasa
lama dan mengundang optimisme. TETAPI takarannya harus tepat. Terlalu banyak
bergurau akan mengaburkan substansi bahkan mungkin membosankan. Apalagi kalau
materi humor diulang-ulang pada setiap kesempatan tanpa kreatifitas mencipta.
Mudah ditebak, tidak lagi menarik dan membosankan. Kontaproduktif.
Sebagaimana
keterampilan-keterampilan lainnya, komunikasi adalah teori, seni dan praktik.
Sesungguhnya lebih banyak ke pengalaman yang dibumbui teori dan seni.
Pengalamanlah yang membuat komunikasi mengalir alamiah dan segar. Tanpa
pengalaman dan penghayatan hanyalah pembicaraan robotik yang tikak “kena”.
Seperti seorang pegawai atau pelayan minimarket yang mengucapkan salam,
memperkenalan diri dan secara mekanis berkata “ada yang bisa saya bantu.”
Komunikasi
yang mengalir dengan taste Sunda, tentu diperlukan oleh para Pimpinan Birokrasi
sehingga menciptakan suasana santai yang bertanggungjawab, damai terarah,
tenteram mencapai tujuan, kedekatan emosi antar sesama pegawai dan kebersamaan
atau rasa korsa yang tinggi.

0 comments :
Post a Comment