Penaklukan dalam Selimut
“Sesuatu” yang menghambat pencapai seseorang sesungguhnya
lebih banyak berada di dalam diri sendiri. Ketakutan, keraguan, tidak percaya
diri, malas, trauma, sedih, gembira, pesimis, atau optimis. Semua berada di
dalam diri sendiri dan dalam kekuasaan sendiri. Faktor-faktor luar sesungguhnya
hanya salah satu pencetus.
Katakanlah saya takut berada di ketinggian. Di lantai
enam belas sebuah hotel rasanya gemetaran dan aroma ketakutan menjalar ke seluruh
tubuh dibawa aliran darah. Kendaraan yang menyemut di bawah, jarak yang cukup
tinggi, dan bayangan kalau terjatuh. TETAPI ketika memaksakan diri menengok
dari jendela kaca sesungguhnya aman-aman saja. Gedung berdiri kokoh. Jendela
kaca berbingkai kuat. Tida ada orang terjatuh dan saya aman-aman saja menikmati
kenyamanan hotel berbintang.
Banyak hal, banyak aktivitas, banyak niat, banyak
cita-cita, banyak pekrjaan tertangguhkan atau ditangguhkan lebih karena kita tidak
mampu mengalahkan “kondisi menghambat” yang ada di dalam diri sendiri. Menangguhkan
jalan malam karena takut kegelapan, menyimpan pendapat dalam pikiran sendiri
karena takut ditertawakan atau dikritik bila diungkapkan, tidak berani bermimpi
dan berusaha meraih cita-cita karena tidak percaya pada kemampuan diri sendiri,
menahan diri untuk tampil menjadi pemimpin karena rasa malu, bahkan tidak
berani tampil di pentas bukan karena suara jelek atau karena wajah yang tidak
mendukung tetapi lebih karena tidak ada keberanian.
Maka orang yang ingin meraih pencapaian diri optimal,
orang yang ingin mengaktualisasikan diri, orang yang ingin to be fully
functioning person yang pertama harus dilakukan adalah mendobrak
hambatan-hambatan yang ada dalam diri sendiri, menguasai diri sendiri,
mengendalikan diri sendiri dan berfokus pada sesuatu yang dikehendaki.
Benar kata nabi, “perang
yang terbesar adalah perang melawan –hawa nafsu—sendiri. “ Dan kemenangan yang terbesar adalah berdamai
dengan diri sendiri.

0 comments :
Post a Comment