Powered by Blogger.
Home » » ARSIp Kantor Lipat

ARSIp Kantor Lipat

Written By Suheryana Bae on Thursday, July 21, 2016 | 1:18 PM

Kantor Lipat

Trend dunia ke depan adalah virtual office. Ukuran ruang tidak lebih dari 7 x 12 Inchi. Seukuran laptop. Di situlah orang berkantor. Mengendalikan beberapa, ratusan, bahkan ribuan karyawan. Transaksi puluhan, ratusan juta bahkan milyaran rupiah.

Maka ke depan orang tidak perlu lagi ruang kantor tetap dengan meubeuler lux, gambar garuda, foto presiden-wakil presiden, lukisan mahal, pendingin ruang, ruang rapat, laptop dan atau komputer. Tidak perlu lagi kursi putar atau TV di ruangan.

Tidak akan terlihat lagi kertas-kertas berserakan di atas meja, tumpukan dokumen dan kontrak kerja, aneka pulpen dari yang murahan hingga yang berhias keemasan, deretan buku yang berjejer dengan arogansi akademis.

Di manakah pemimpin masa depan berkantor ?

Di mana saja. Bisa di gunung, di hotel, di sawah, di pantai, di mesjid, di rumah tetangga, di  di Jakarta, di Bandung atau di Pangandaran. Di setiap tempat yang ada jaringan telepon dan internet. Di ruangan yang kecil tetapi bisa memuat ribuat dokumen, ribuan foto, dan jutaan file.  

Bahkan rapat bisa dengan teknologi. Peserta tersebar di berbagai negara tetapi berkomunikasi aktif lewat jaringan dan teknologi. Tele conference.

Begitu luar biasa perkembangan peradaban manusia.

Seorng pejabat kabupaten tanpa pkaian seraga, boleh jadi hanya memakai celana pende kaus casual dan sendal jepit menelpon staf : “Hallow, koreksi surat sudah diemail. Tinggal print. Tanda tangan di scan saja bos ....  Key bapa mau lanjutin mendaki gunung. Kalo dah selesai kirim ke Propinsi via email. Selamat bekerja, jangan lupa download Lee Ritenoor  dan kirim segera. “

Luar Biasa kawan ....


0 comments :

Post a Comment