Powered by Blogger.
Home » » Kebahagiaan

Kebahagiaan

Written By Suheryana Bae on Friday, August 26, 2016 | 9:17 AM

Kalau kebahagiaan diukur dengan kepemilikan harta, maka bagaimana penjelasan terhadap orang miskin yang juga merasakan kebahagiaan.

Kalau kebahagiaan diukur dengan jabatan, maka bagaimana penjelasan terhadap orang-orang yang bukan pejabat tetapi merasa berbahagia lebih dari pejabat. Dan bagaimana penjelasan terhadap pejabat yang seperti kebingungan mencari tujuan hidup atau terserang berbagai macam penyakit karena stress.

Kalau kebahagiaan diukur dengan pendidikan, maka bagaimana mengukur orang tidak sekolah yang juga berbahagia dan berprestasi. Katakan Adam Malik, HAMKA, Soedjatmoko, DI, dan banyak lagi.

Kebahagiaan itu bersifat pribadi. Dirumuskan dan dirasakan secara pribadi. Orang-orang atau komunitas hanya berusaha merumuskan kebahagiaan berdasarkan pemikiran umumnya. TETAPI kebahagiaan, sekali lagi, bersifat pribadi. 

Adalah kebodohan dan penyia-nyian usia kalau berusaha mengejar kebahagiaan berdasar standar umum. 

Kebahagiaan adalah prestasi yang bukan semata jabatan, bukan semata kekayaaan, bukan semata gelar kehormatan, bukan semata  popularitas, bukan semata pendidikan. Boleh jadi kebahagiaan adalah jabatan, kekayaan, gelar kehormatan, atau popularitas TETAPI yang berpijak pada nilai-nilai dan standar pribadi.

Kebahagiaan adalah prestasi berbentuk kebebasan pribadi, berdasarkan ukuran-ukuran pribadi, tujuan pribadi, dan nilai-nilai pribadi. 

Pendapat umum, nilai-nilai komunitas, harapan masyarakat hanyalah pendamping rujukan awal dalam upaya mencapai kebahagiaan dan prestasi. 

0 comments :

Post a Comment