Powered by Blogger.
Home » » Pemimpin Era Nyi Roro Kidul Pedicure

Pemimpin Era Nyi Roro Kidul Pedicure

Written By Suheryana Bae on Monday, August 22, 2016 | 6:17 PM

Ketika menjadi pemimpin, dalam berbagai sklala, inginnya ngomong terus. Seolah-olah diri sendiri menjadi makhluk yang paling tahu, paling pintar, paling berpengalaman, paling kompeten, paling berpengaruh. Seolah-olah omongan pemimpin akan memperbaiki keadaan, memotivasi staf, dan memperbaiki kinerja. 

Giliran menjadi peserta rapat, mendengar pimpinan rapat berbicara seakan tidak ada titik, terasa kesel dan menggerutu. Rasanya bertele-tele, mengulang kata dan kalimat yang tidak perlu bahkan terkadang keluar dari topik pembicaraan. Kapan giliran peserta ngomong, memberi masukan, ide, koreksi dan menyampaikan pendapat. 

Di era sekarang ini, diyakini bahwa sinergi lebih meningkatan kinerja dibanding dengan kecerdasan dan kompetensi individual. Pemimpin bukan setengah dewa apalagi dewa yang serba tahu, serba mampu. Pemimpin "hanyalah" dirijen yang mengatur lalu lintas informasi dan mengambil keputusan atas dasar berbagai informasi dan sinergi antar sistem.

Walaupun perlu kajian dan pengamatan serius, pemimpin yang banyak ngomong, secara umum cocok untuk menjadi pemimpin zaman baheula ketika kepala suku belum memakai adidas, samsung belum bertebaran di kampung, nyi Roro Kidul belum pedicure-medicure-rebonding. Ketika zaman belum secanggih sekarang. 

Ajengan di tahun 30-an sudah tahu dan mempraktikan itu. Mendidik dan membentuk karakter bukan dengan kata-kata TETAPI dengan perbuatan. Dengan keteladanan. 


0 comments :

Post a Comment