Powered by Blogger.
Home » » Kontemplasi After Sabtu 30 Des 2018

Kontemplasi After Sabtu 30 Des 2018

Written By Suheryana Bae on Monday, January 8, 2018 | 8:33 PM

Kesalahan yang sering aku lakukan sejak zaman kuliah dulu adalah menganggap orang lain itu rapuh, lemah, tidak bisa membela dirinya sendiri, tidak bisa hidup layak kalau tidak dilindungi sehingga aku harus menjadi pahlawan penyelamat. Aku harus mengorbankan diriku sendiri, mengorbankan kepentingan diri, mengorbankan emosi bahkan lebih jauh mengorbankan kedirian hanya karena ingin menyelamatkan orang lain. 
Empati yang berlebihan atau kekhawatiran yang berlebihan tentunya.  Menyiksa diri, bahkan menyakiti diri sendiri. 

TIDAK. Aku tidak akan selamanya berpandangan menyesatkan seperti ini. Aku harus yakin bahwa orang lain, --sahabat, keluarga, staf, atau siapapun -- memiliki kemampuan untuk mandiri, untuk bertahan hidup, melepaskan diri dari berbagai masalah bahkan mengembangkan dirinya. 

MAKA aku akan keluar dari pandangan kerdil bahwa orang lain rapuh dan lemah. Secara perlahan dan pasti akan kutumbuhkan keyakinan, bahwa orang lain memiliki daya hidup yang luar biasa, bahwa orang lain tidak akan mati karena aku membiarkannya menyendiri bersama kehidupannya. Bagaimanapun aku harus memberanikan diri disertai keyakinan yang benar bahwa orang lain berhak dan bisa bertahan hidup, bisa berkembang tanpa aku; dan bahwa aku mempunyai hak untuk mengembangkan diri secara positif. Penderitaan emosional ini perlahan-lahan akan hilang, sepanjang aku "memperlakukannya" dengan benar. Biarlah aku berkembang hingga sampai di ujung kebahagiaan, dan sahabat berkembang hingga sampai di ujung kebahagiaannya. Betapa hebatnya kehidupan. Betapa mulianya kehidupan setiap orang. Betapa indahnya sama-sama meraih kebahagiaan. 

Dan rasa bersalah ini biarlah menguap secara perlahan bersama waktu yang berlalu.

0 comments :

Post a Comment