Powered by Blogger.
Home » » RENUNGAN SPIRITUAL 5 : LEBIH BAIK BERBUAT

RENUNGAN SPIRITUAL 5 : LEBIH BAIK BERBUAT

Written By Suheryana Bae on Monday, July 6, 2026 | 10:36 PM


Semakin bertambah usia, saya semakin menyadari bahwa mencari ilmu ternyata lebih mudah daripada mengamalkannya. Membaca buku, menghadiri majelis ilmu, mendengarkan ceramah, bahkan menyampaikan kembali apa yang telah dipelajari bukanlah bagian yang paling sulit. Yang jauh lebih berat adalah menjadikan ilmu itu sebagai perilaku sehari-hari.

Dalam tradisi Islam dikenal istilah dakwah bil hal, yaitu menyampaikan ajaran melalui perbuatan. Dakwah seperti ini sering kali lebih menyentuh daripada dakwah bil lisan yang mengandalkan kata-kata. Dalam kenyataannya, manusia lebih mudah meneladani apa yang dilihat daripada sekadar mendengar nasihat. Kata-kata hanya sampai ke telinga, sedangkan keteladanan menyentuh hati.

Pengalaman pribadi membuat saya semakin memahami makna itu. Ada kalanya menjelaskan pentingnya kesabaran, tetapi justru kehilangan kesabaran ketika menghadapi persoalan. Berbicara tentang keikhlasan, tetapi masih berharap penghargaan dari orang lain. Saya mengerti pentingnya menjaga lisan, tetapi sesekali tergelincir dalam ucapan yang sia-sia. Kini saya menyadari bahwa mengetahui sesuatu tidak serta-merta  mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Barangkali karena itulah para kiai zaman dahulu begitu dihormati. Bukan karena keluasan ilmu atau kefasihan berbicara, melainkan karena keselarasan antara ilmu dan amal. Apa yang mereka ajarkan benar-benar tampak dalam kehidupan. Kesederhanaan, kesabaran, keikhlasan, dan akhlak yang tercermin dalam keseharian menjadi pelajaran yang jauh lebih berharga daripada ceramah.

Jalaluddin Rumi pernah berkata, "Biarkan perbuatanmu berbicara lebih keras daripada kata-katamu." Kalimat itu terasa sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Manusia bisa saja terpesona oleh retorika, namun hanya keteladanan yang mampu meninggalkan jejak.

Karena itu, saya tidak lagi terlalu peduli pada kehebatan pidato. Yang lebih penting adalah berusaha memperbaiki diri sedikit demi sedikit. Berikhtiar menjadi pribadi yang lebih sabar daripada kemarin, lebih jujur, lebih rendah hati, dan lebih ikhlas. Mungkin tidak banyak orang yang melihatnya, tetapi Allah Maha Mengetahui setiap ikhtiar yang dilakukan.

Semakin lama saya menjalani kehidupan, semakin yakin bahwa perbuatan adalah bahasa yang paling jujur. Kata-kata dapat disusun dengan indah, tetapi perbuatan adalah cermin yang sesungguhnya. Pada akhirnya, bukan seberapa banyak ilmu yang kita ketahui atau kita sampaikan yang akan dikenang, melainkan seberapa jauh ilmu itu menjelma menjadi akhlak dalam kehidupan kita. Sebab, ilmu yang tidak menjadi amal hanyalah pengetahuan, sedangkan ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

0 comments :

Post a Comment