Sebuah
draft surat masuk. Untuk penyempurnaan di sana sini dicoret-coret, ditambah
catatan, diperbaiki tanda baca, kata dan kalimat, dikembalikan kepada pembuat
draft. Selanjutnya, ada beberapa kemungkinan, draft kembali setelah perbaikan
tanpa dilampiri draft awal, draft kembali setelah perbaikan dengan lampiran
draft awal, atau draft tidak pernah kembali. Menghilang begitu saja.
Staf
yang dengan cermat mencoba memperbaiki draft ada dua kemungkinan juga, memperbaiki
secara mekanis tanpa berpikir atau memperbaiki dengan mencoba memahami
“kekurangan” dan kesalahan. Sehingga pada proses pengajuan draft-draft surat
selanjutnya ada yang mengulangi kesalahan yang sama dan yang terhindar dari
proses pengulangan kesalahan.
Sesungguhnya
begitulah dalam kehidupan. Kalau ingin meraih kemajuan dan keberhasilan maka
jangan takut berbuat walaupun salah dan senantiasa belajar dari kesalahan.
Kalau selalu takut salah maka kita tidak akan berbuat apapun dan bersembunyi
dalam lindungan kerangka kenyamanan. Tidak berani berbuat karena takut salah. TETAPI
jangan juga aktif berbuat dengan semangat juang tinggi tapi tidak pernah
mempelajari langkah-langkah yang salah. Seorang motivator profesional atau
pendakwah tersohor sering mengilustrasikan dengan anak yang belajar berjalan.
Walaupun jatuh berkali-kali, akan bangkit berkali-kali sehingga pada akhirnya
bisa berjalan.
Kegagalan,
kesalahan, jatuh berkali-kali tidak membuatnya kepok dan berdiam diri. TETAPI
dijadikan bahan untuk belajar dan bangkit kembali. Kehidupan memang terkadang
lebih enak dinikmati sebagai permainan.

0 comments :
Post a Comment