Powered by Blogger.
Home » » Kegilaan Orang Gila

Kegilaan Orang Gila

Written By Suheryana Bae on Thursday, January 28, 2016 | 9:06 AM

Terkadang perubahan atau komunitas membutuhkan “orang gila” yang punya mimpi, punya moralitas, integritas, punya daya juang, punya keihlasan, punya keberanian, nekad, mampu mengalahkan ketakutan, inovatif, kreatif, orisinal, dan tidak mempunyai maksud tersembunyi.   

Alkisah ada seorang Gubernur yang berani menentang Legislatif, berani menentang tokoh-tokoh masyarakat, dan berjuang untuk “kesejahteraan” masyarakat, katanya tidak takut bahkan andai harus diturunkan dari jabatan. Ada beberapa perubahan wajah, kinerja, kebijakan, antusiasme wilayah, walaupun nanti baru dibuktikan lima atau sepuluh tahun ke depan sebagaimana Ali Sadikit dipuji-puji membawa banyak perubahan di Jakarta.

Ada juga beberapa walikota yang dengan intelektualitas dan kegilaannya berusaha merubah wajah kota. Menertibkan pedagang kaki lima, menata taman, memulai program smart city, membangun ekonomi kreatif, menata transportasi moderen, dan mengembangkan pariwisata bahkan dengan nekad memberhentikan pejabat yang dianggap tidak mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan di zamannya.

Di ujung timur ada bupati yang menata pasar, membubarkan lokalisasi prostitusi, mendisiplin pegawai, keliling kampung dan manggul pacul untuk membetulkan selokan mampet.
Bahkan ada seorang Presiden yang dengan gagah berani menentang Negara Kapitalis, menasionalisasi perusahaan minyak asing yang ada di negaranya, membangun perumahan rakyat, menata pendidikan, dan meningkatkan pelayanan kesehatan. Sang Presideh berani berjuang dengan segala resikonya untuk membangun negara dengan senjata dan dengan kerja nyata. Tidak peduli bahkan jiwa dan keluarganya terancam.


Pada situasi tertentu, komunitas atau negara, membutuhkan orang-orang gila yang bekerja dengan keyakinan, idealisme, semangat dan keberanian luar biasa. Sesekali aturan formal birokrasi dilewati demi sebuah pencapaian signifikan. 

0 comments :

Post a Comment