Pada
saat pengangguran menunggu penugasan dari Pemerintah Pusat, tinggal di kawasan Cipete Jakarta Selatan
beberapa saat lamanya. Seharian di rumah ngutak-ngatik komputer dan seharian
dari pukul 08.00 sampai malam kadang melewati pukul 20.00 mendengar seorang
penyanyi yang saat itu belum booming melantunkan lagu yang sama
berulang-ulang. Hampir tiada henti
berlatih.
Rupanya,
menjadi penyanyi tersohor itu bukan hanya lunggak lenggok tetapi latihan keras
yang nuansanya profesional bukan lagi hiburan.
Beberapa
tahun sebelumnya pada saat invitasi bola basket antar Perguruan Tinggi, saya
melihat Tim Bola Basket sebuah perguruan tinggi dari Jakarta yang favourite
juara berlatih keras di waktu senggang. Disiplin, kompak serius. Lelah
pastinya.
Jadi
apapun profesi, pekerjaan, hoby, dan minat diperlukan latihan keras dan disiplin,
terarah serta terprogram. Demikian juga
dengan kepemimpinan dan profesi sebagai birokrat. Perlu perenungan, evaluasi,
penambahan wawasan dan berlatih terus menerus. Kepemimpinan itu tidak mengalir
seperi air selokan. Tapi seperti aliran irigasi yang sesekali perlu diendapkan
untuk dievaluasi, dijernihkan, dan dikembangkan untuk raihan pemanfaatan
optimal. Tanpa latihan, birokrat menjadi mandeg, stagnan, status quo tidak
berkembang.

0 comments :
Post a Comment