Powered by Blogger.
Home » » Car Free Day, Tukang Sulap dan Ekonomi Kreatif

Car Free Day, Tukang Sulap dan Ekonomi Kreatif

Written By Suheryana Bae on Sunday, January 31, 2016 | 8:41 PM

Hari Minggu di Kota Manis. Mengisi waktu jalan-jalan ke Mesjid Agung dan ke Alun-alun. Ternyata lagi Car Free Day. Cukup ramai juga. Persis alun-alun belakang Mesjid Agung acara senam sekaligus band yang disediakan Pemerintah Daerah. Peminatnya cukup banyak. Nyebrang jalan lebih rame lagi. Orang-orang –tua muda dan anak-anak – berjalan-jalan seputaran alun-alun. Pedagang bertebaran sepanjang jogging track, apapun ada. Kupat tahu, bubur ayam, bandros, awug, juice, tukang sayur, pakaian, kaos, jaket, pigura, makanan kecil, daging, nasi timbel, pakaian dalem, jaket, topi, sticker, sosis, bercampur baur dengan deldom, mobilan anak-anak, baso tusuk, baso mini, oyek, dan puluhan dagangan lainnya.

Sepintas saja sudah terbayang perputaran uang dalam sehari car free day. Pasti Ratusan juta dan terlebih penting lagi, masyarakat mendapat kesempatan untuk berpartisipasi secara ekonomis dan bagi sebagian lainnya untuk menikmati kesenangan berjalan-jalan di hari minggu sambil berolah raga bersama keluarga.  Memang kelihatan dari wajahnya yang muda dan cantik, beberapa adalah kaum muda yang sedang mencoba peruntungan di dunia bussines. Mungkin iseng-iseng sambil memanfaatkan kekosongan kuliah atau kekosongan waktu bagi beberapa “penganggur” tetapi yang pasti, dari car free day sedang dilatih beberapa calon enterpreneur baik berusia muda maupun yang tidak lagi muda.

Car  free day bukan hanya main-main tetapi ajang memperjuangkan kehidupan bagi banyak orang. Para seniman kreatif, jago masak, perancang kaos, atau apapun  yang ada dalam kehidupan dan menjadi sumber penghidupan. Bahkan tukang sulap yang dulu di tahun 80-an biasa meramaikan pasar sekarang mendapat kesempatan untuk memperpanjang peluang usaha. Modalnya adalah ngomong lancar yang diulur-ulur, ular, kursi, dan beberapa trik atau mahluk misterius yang disembunyikan. Trik lama sejak 20- 30 tahun silam.

Singkat kata, car free day adalah kecerdasan pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan perputaran perekonomia masyarakat, ajang perjuangan manusia kreatif, jalan pembuka bagi calon enterpreneur muda sekaligus kesempatan untuk meraih PAD dari retribusi parkir dan retribusi lainnya. Sungguh ide yang hebat dan luar biasa walaupun pada awalnya mungkin hanya meniru.



0 comments :

Post a Comment