Hari
Minggu di Kota Manis. Mengisi waktu jalan-jalan ke Mesjid Agung dan ke
Alun-alun. Ternyata lagi Car Free Day. Cukup ramai juga. Persis alun-alun
belakang Mesjid Agung acara senam sekaligus band yang disediakan Pemerintah
Daerah. Peminatnya cukup banyak. Nyebrang jalan lebih rame lagi. Orang-orang –tua
muda dan anak-anak – berjalan-jalan seputaran alun-alun. Pedagang bertebaran
sepanjang jogging track, apapun ada. Kupat tahu, bubur ayam, bandros, awug,
juice, tukang sayur, pakaian, kaos, jaket, pigura, makanan kecil, daging, nasi
timbel, pakaian dalem, jaket, topi, sticker, sosis, bercampur baur dengan
deldom, mobilan anak-anak, baso tusuk, baso mini, oyek, dan puluhan dagangan
lainnya.
Sepintas
saja sudah terbayang perputaran uang dalam sehari car free day. Pasti Ratusan
juta dan terlebih penting lagi, masyarakat mendapat kesempatan untuk
berpartisipasi secara ekonomis dan bagi sebagian lainnya untuk menikmati kesenangan
berjalan-jalan di hari minggu sambil berolah raga bersama keluarga. Memang kelihatan dari wajahnya yang muda dan
cantik, beberapa adalah kaum muda yang sedang mencoba peruntungan di dunia bussines.
Mungkin iseng-iseng sambil memanfaatkan kekosongan kuliah atau kekosongan waktu
bagi beberapa “penganggur” tetapi yang pasti, dari car free day sedang dilatih
beberapa calon enterpreneur baik berusia muda maupun yang tidak lagi muda.
Car free day bukan hanya main-main tetapi ajang
memperjuangkan kehidupan bagi banyak orang. Para seniman kreatif, jago masak,
perancang kaos, atau apapun yang ada
dalam kehidupan dan menjadi sumber penghidupan. Bahkan tukang sulap yang dulu
di tahun 80-an biasa meramaikan pasar sekarang mendapat kesempatan untuk
memperpanjang peluang usaha. Modalnya adalah ngomong lancar yang diulur-ulur,
ular, kursi, dan beberapa trik atau mahluk misterius yang disembunyikan. Trik
lama sejak 20- 30 tahun silam.
Singkat
kata, car free day adalah kecerdasan pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan perputaran perekonomia masyarakat, ajang perjuangan manusia
kreatif, jalan pembuka bagi calon enterpreneur muda sekaligus kesempatan untuk
meraih PAD dari retribusi parkir dan retribusi lainnya. Sungguh ide yang hebat
dan luar biasa walaupun pada awalnya mungkin hanya meniru.

0 comments :
Post a Comment