Ada sebuah
filem yang menyampaikan konten kata mutiara berikut : “ kamu tidak hanya harus
cerdas, tapi orang lain harus tahu bahwa kamu cerdas.”
Tentu
sebuah pepatah yang sedikit berbeda dengan pepatah lama “bahwa padi semakin
berisi semakin merunduk.”
Keniscayaan
di dunia moderen menuntut bahwa kecerdasan, keterampilan, kemampuan, kelebihan
kita harus diketahui dan diakui orang atau institusi lain. Hal ini bukan hanya merujuk kepada piramida kebutuhannya
Maslow, tetapi lebih pada kesempatan pragmatis. Bahwa orang lain akan
menggunakan, mempercayai, bekerja sama, berkoordinasi
kalau tahu bahwa kita memang mempunyai kelebihan di bidangnya. Maka sesekali --tanpa
harus menjadi angkuh-- seseorang harus menunjukkan kesarjaanaan, kemampuan
kerja, kehebatan sebagai jawara, kecerdasan spiritual, jaringan persahabatan
dengan para petinggi, kehormatan para leluhur, dan kualitas unggul eksternal
lainnya.
Secara
psikologis, Dosen Miryam Sinaga SVN, MSW mengatakan bahwa untuk menunjukkan
bahwa kita kompeten di bidangnya, di
kantor tidak ada salahnya dipasang foto kita bersama orang-orang hebat,
sertifikat keakhlian yang membanggakan, penghargaan atau foto-foto lainnya yang
luar biasa. Orang yang masuk ke ruangan
kita, pada pandangan pertama akan mendapat kesan positif dari beberapa tampilan
eksplisit tersebut. Ruangan dalam
pengertian dotcom, tentu tidak hanya terbatas pada ruang kantor 3 x 4 meter
tetapi dalam pengertian yang luas termasuk media sosial Facebook, tweeter, WA,
Blog, website dan sebagainya.
Tentu
setiap orang berbeda strategi dan tindakan yang nyaman dalam melaksanakan
konsepsi tersebut. TETAPI yang pasti, bahwa dunia sekarang telah berubah
sehingga paradigma, petatah petitih, pepatah, filosofi, dan perilaku kita pun
dituntut berubah.
Boleh
jadi benar adanya bahwa : “kita tidak hanya harus cerdas, tetapi orang lain
harus tahu bahwa kita cerdas.”

0 comments :
Post a Comment