Powered by Blogger.
Home » » Ya menangis saja

Ya menangis saja

Written By Suheryana Bae on Tuesday, January 12, 2016 | 9:59 AM

Seorang ibu dan dua anak seragam putih merah di pinggir jalan. Kelihatannya sedang menunggu pesawat pagi atau angkot, boleh jadi ojeg yang akan membawanya ke sekolah. 
Anak yang besar menangis, si kecil gelisah, dan Ibunda mencoba menenangkan. Entahlah. 

Yang terlintas adalah Bapaknya, yang meninggal beberapa waktu yang lalu. Biasanya setiap pagi, belum mandi, berpakaian kaos putih, nongkrong di motor akan mengantarnya ke sekolah. Pastilah sang bapak menempati kedudukan yang sangat penting di mata hati anak dan sekarang membuatnya menangis di pagi hari. Boleh jadi bersedih karena situasi berubah dan kebiasaan harus berganti.

-- Nak menangislah. Biarkan air mata membasahi pipi dan kesedihan tertumpah sampai tandas. TETAPI harus berbatas waktu. Setelah berhenti mulailah menata diri, karena kehidupan tidak boleh berhenti. --

Bahwa kehidupan adalah permainan dan hanya bermain-main. Maka setiap manusia harus memiliki ketangguhan mental pemain dan mengikuti aturan main. Kegagalan, keberhasilan, kekalahan , kemenangan, kesenangan, kesedihan, tangisan, senyuman, nasib mujur, nasib malang, atau apapun adalah peristiwa yang harus disikapi biasa saja. Seperti siang dan malam atau matahari dan rembulan. 

Hidup dan kehidupan harus dibuat ringan, kemiskinan, kekayaan, jabatan, kerakyatan atau apapun bukanlah beban. Allah menciptakan kebahagiaan untuk semua orang. Makan adalah kebahagiaan bagi orang yang lapar dan pilihan menu yang lezat adalah kebahagiaan bagi orang kaya; angin semilir kenikmatan bagi petani yang kepanasan dan AC kenikmatan bagi pejabat kantoran; penghormatan dan fasilitas adalah sumber kebahagiaan pejabat; mobil BMW yang empuk adalah kenikmatan bagi miliarder dan naik dokar kenikmatan bagi orang pinggiran. 

Maka jadilah manusia yang tangguh. Kehidupan adalah permainan dan jalani saja dengan sedikit bermain-main. Cobalah banyak hal, banyak hal jadikan percobaan. Jangan terlalu memperdulikan omongan orang lain apalagi hinaan dan cemoohan. Bahkan pujian adalah racun. 

0 comments :

Post a Comment