Powered by Blogger.
Home » » Pengembangan Diri staf

Pengembangan Diri staf

Written By Suheryana Bae on Friday, January 22, 2016 | 9:23 AM

Paradigma zaman kebodohan bahwa pemimpin adalah dewa yang serba tahu dan serba bisa. Karena itu pemimpin memiliki kelebihan ilmu atau kompetensi atau kesaktian yang karena kepentingan mempertahankan kekuasaan harus dirahasiakan.

Namun perubahan zaman, kondisi dan peradaban membawa perubahan paradigma. Sekarang ini staf harus cerdas dan dicerdaskan, harus kompeten dan dan diberi kesempatan untuk meningkatkan kompetensi. Dengan keberadaan staf yang cerdas, staf yang kompeten produktivitas dan kinerja institusi akan semakin baik dan pemimpin lebih banyak memiliki waktu untuk berpikir tentang kebijakan strategis.

Tantangannya adalah bukan pada ilmu yang dirahasiakan, bukan pada kelebihan ilmu yang dimiliki TETAPI pada perkembangan diri terus menerus sehingga pengembangan diri staf memotivasi pimpinan untuk memacu pengembangan dirinya. Pemimpin yang mandeg, tidak mampu melakukan transformasi dan tidak mengembangkan diri pada sisi wawasan dan kompetensi tentu akan terpinggirkan. In the other side, pengembangan diri bersama-sama pada level staf dan pada pemimpin akan melejitkan kinerja institusi. Itulah rumus sinergi. Dua orang yang bekerja sama dengan dua orang lainnya, tidak hanya menghasilkan kinerja empat orang tetapi mungkin menghasilkan kinerja setara sepuluh orang atau lima belas orang. Boleh jadi kinerja atak terbatas.



0 comments :

Post a Comment