Paradigma
zaman kebodohan bahwa pemimpin adalah dewa yang serba tahu dan serba bisa.
Karena itu pemimpin memiliki kelebihan ilmu atau kompetensi atau kesaktian yang
karena kepentingan mempertahankan kekuasaan harus dirahasiakan.
Namun
perubahan zaman, kondisi dan peradaban membawa perubahan paradigma. Sekarang
ini staf harus cerdas dan dicerdaskan, harus kompeten dan dan diberi kesempatan
untuk meningkatkan kompetensi. Dengan keberadaan staf yang cerdas, staf yang
kompeten produktivitas dan kinerja institusi akan semakin baik dan pemimpin
lebih banyak memiliki waktu untuk berpikir tentang kebijakan strategis.
Tantangannya
adalah bukan pada ilmu yang dirahasiakan, bukan pada kelebihan ilmu yang
dimiliki TETAPI pada perkembangan diri terus menerus sehingga pengembangan diri
staf memotivasi pimpinan untuk memacu pengembangan dirinya. Pemimpin yang
mandeg, tidak mampu melakukan transformasi dan tidak mengembangkan diri pada
sisi wawasan dan kompetensi tentu akan terpinggirkan. In the other side, pengembangan
diri bersama-sama pada level staf dan pada pemimpin akan melejitkan kinerja
institusi. Itulah rumus sinergi. Dua orang yang bekerja sama dengan dua orang
lainnya, tidak hanya menghasilkan kinerja empat orang tetapi mungkin
menghasilkan kinerja setara sepuluh orang atau lima belas orang. Boleh jadi
kinerja atak terbatas.

0 comments :
Post a Comment