Powered by Blogger.
Home » » Skaklaar ed

Skaklaar ed

Written By Suheryana Bae on Monday, January 25, 2016 | 11:20 AM

Sebuah gedung terdiri dari banyak ruangan dan setiap ruang memerlukan banyak titik bola lampu. TETAPI tatkala hendak menerangi ruangan,  siapapun di zaman moderen ini tinggal memijit skaklar di ruangan yang diinginkan terang benderang. Dan pemilik rumah kebanyakan hanya mengetahui –dan memang tidak perlu tahu- proses yang terjadi sehingga bola lampu menyala, tidak mengetahui bagaimana menciptakan lampu yang bisa menyala, jaringan kabel yang mengantar listrik, bahkan seringkali untuk membongkar dan memasang skaklar pun tidak mampu.

Di rumah moderen juga dilengkapi dengan televisi, kulkas, AC atau setidak kipas angin, setrika listrik, kompor gas, pemanas air, jaringan internet, laptop atau komputer,  dan peralatan lainnya. Ketika ingin berkomunikasi tanpa berpikir kita meraih telepon atau HP dan berbicara dengan saudara yang di Bekasi, Ade yang di Serang, Kakak di Bandung, atau sahabat di ranah minang. Kalau ingin melihat berita, orang akan menghidupkan TV atau meraih laptop yang taersambung dengan jaringan internet. Maka bermunculan berita tentang terorisme, penurunan harga BBM, pembunuhan gadis cantik, perseteruan partai, intrik politik, sepakbola dan sebagainya.

Sesungguhnya kita tidak tahu bagaimana gagang telepon atau benda yang disebut HP bisa mengantar suara beratus kilometer jauhnya, bagaimana Televisi di New York mengirim gambar hidup kejadian kebakaran yang baru saja terjadi beberapa menit yang lalu, bagaiman kabel bisa membuat lempengan besi menjadi panas atau bagaimana kompor gas berapi. Setidaknya kita tidak pernah secara detail memahami hukum, proses dan cara kerja sesuatu bekerja sehingga menghasilkan produk.
Sesungguhnya seperti itulah pemimpin suatu institusi moderen bekerja. Banyak hal harus dikerjakan institusi dalam waktu bersamaan. Menjaga keamanan dan kebersihan kantor, membayar rekening listrik dan telepon, menerima dan mengagenda surat masuk, membuat draft surat keluar, mengecek kehadiran staf, membuat draft keputusan, menyusun perencanaan, merespon permintaan data, memfasilitasi rapat-rapat, mengadakan perjalanan dinas, berkoordinasi dengan institusi lain, mengevaluasi pekerjaan, membuat laporan keuangan, mengelola administrasi keuangan, mengurus kenaikan pangkat staf, membuat telaahan , mengurus pendidikan on the job trainig, menyelesakan pengadaan perlengkapan dan peralatan gedung, pembinaan pegawai, merumuskan tujutan institusi, membangun budaya kerja, dan seabgreg pekerjaan lainnya. Seorang pemimpin yang jenius dan sekuat apa pun pasti tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan sendirian.


Maka untuk berjalannya dan menghasilkan kinerja terbaik institusi diperlukan kecakapan pemimpin untuk menempatkan, menciptakan, mencerdaskan posisi-posisi subsistem  sebagaimana di rumah ditempatkan banyak skaklar lampu. Pada saat ingin memfasilitasi rapat, seorang pemimpin cukup menugaskan subsistem yang berwenang untuk penyelenggaraan rapat, ketika ingin membuat laporan keuangan cukup dengan berkoordinasi dengan staf keuangan, kebersihan dengan staf umum, draft surat dengan staf  akhli, kajian hukum dengan sarja hukum. Begitu sederhananya. TETAPI tentu saja untuk meraih kemudahan dan kesederhanaan skaklar, pemimpin harus memberdayakan dan mencerdaskan orang-orang yang ada dalam institusi dan menempatkan di posisi yang pas. Pekerjaan mencerdaskan itulah PR besarnya. 

0 comments :

Post a Comment