Powered by Blogger.
Home » » Dilaran menyerah sebelum kalah

Dilaran menyerah sebelum kalah

Written By Suheryana Bae on Sunday, February 28, 2016 | 12:47 PM

Tukang bangunan, atau lebih tepatnya pengusaha/ kontraktor pengerjaan bangunan, sungguh luar biasa. Bermental enterpreneur sejati, sekuat baja, sekokoh karang.

Pada akhir tahun terlambat menyelesaiakan pekerjaan sehingga ditegur, dimarahi, kontruksi dikoreksi, pengerjaan dianggap tidak sesuai  rencana gambar, suruh dibongkar, malah terakhir disuruh menghentikan pekerjaan. TETAPI dengan berbagai cara, dengan argumen normatif, keras kepala, mengabaikan cemoohan, intimitasi, berani, nekad bersikukuh meneruskan pekerjaan. Profesional dan mengabaikan apapun kata orang.  Hasil akhir bukan lagi menjadi persoalan.

Dan perjuangannya membuahkan hasil yang mengagumkan. Bangunan yang pada saat deadline baru sekitar tujuhpuluh persenan serta diperkirakan tidak akan selesai dengan tambahan waktu, sekarang –lima puluh hari kemudian- menunjukkan hasil yang mencengangkan. Katakanlah sembilan puluh lima persen berhasil diselesaikan dan sekarang tahap finishing.

Pelajaran pentingnya adalah bagi siapapun – termasuk birokrat- tidak ada kata menyerah dalam kamus pekerjaan. Dalam kondisi apapun, hambatan sebesar apapun, bahkan hinaan, bullying, ancaman, pengabaian,  tidak boleh menjadikannya surut ke belakang atau menyerah pada kondisi. Bekerja profesional dan normatif dan mengurangi beban psikolgis situasi dan kondisi. Tidak mudah pastinya. 

0 comments :

Post a Comment