Rasanya tidak lagi pada tempatnya, mengeluh
tentang kekurangan SDM. Di Insitusi yang aku pimpin terdapat SDM yang melimpah
ruah dari sisi kemampuan menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab.
Dari sisi jumlah mungkin saja terbatas atau
kurang. TETAPI dari sisi kemampuan, kecepatan, ketepatan, ketertiban
melaksanakan tidak ada yang perlu dikeluhkan.
Institusi memiliki satu orang yang akhli IT
dan kemampuannya melebihi kemampuan sepuluh orang bahkan mungkin lebih. Dengan
kecerdasannya dia merancang program yang sederhana untuk membuat puluhan Surat
Tugas agar dapat diselesaikan dalam
hitungan menit, suatu hal yang membutuhkan waktu berjam-jam atau banyak orang
mengerjakannya apabila dilakukan secara
manual.
Institusi memiliki fresh graduate yang memiliki
kemampuan generalis dan konseptor handar. Di hadapannya, puluhan aturan bisa
menjadi sangat sederhana dan disatupadukan sehingga menjadi argumen yang logis.
Menyusun draft-draft surat bisa diselesaikan dalam beberapa menit saja.
Institusi memiliki “akhli keuangan” yang
pemahamannya terhadap angka-angka sama sederhananya dengan pemahaman terhadap hitungan
langkah kaki. Begitu mudah.
Institusi memiliki pasukan kebersihan yang
mengatur “ritme kerja” dan pembagian tugas yang jelas sehingga kantor selalu
bersih, tanamah disirami, sampah berada pada tempatnya, pintu terbuka dan
tertutup pada waktunya.
Terlebih dari semua itu, institusi memiliki
barisan pegawai yang ikhlas bekerja tanpa memperhatikan jam kerja, dan selalu
lembur tanpa uang lembur. Mudah-mudahan mereka banyak menyerap ilmu yang pada
akhirnya akan membawa mereka kepada perkembangan kehidupan yang baik.
So tidak ada lagi alasan mengeluh kekurangan SDM,
karena sepuluh orang bisa setara dengan dua puluh atau tiga puluh orang.

0 comments :
Post a Comment