Seringkali kita menyaksikan klub sepak bola kesayangan kebobolan pada
menit-menit terakhir. Katakanlah dua menit terakhir yang mengubah segalanya.
Kemenangan berubah menjadi seri dan dilanjut dengan adu finalti dan berakhir
dengan kekalahan.
Atau sejarah nyata dalam perbulutangkisan di
tanah air. Entah di tahun berapa, pada sebuah pertandingan pemain favorit Susi
Susanti berada pada posisi tertingal 1-14. Tetapi dengan mentalitas juara,
dengan rally-rally panjang dikombinasikan dengan penempatan bola yang akurat,
Susi meraih angka demi angka sampai pada kondisi 14-14 dan secara mengejutkan
luar biasa pada akhirnya mengakhiri pertandingan sebagai pemenang.
Begitulah sesungguhnga dan seharus kehidupan,
termasuk dalam penyelenggaraan birokrasi. Pada saat kita berpikir tidak cukup
waktu untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka pada saat itulah akhir dari
sebuah pekerjaan. Tetapi pada saat kita percaya diri dan yakin mampu menyelesaikan
pekerjaan dalam waktu yang tersisa, dengan prediksi hitungan waktu dan
ketersediaan SDM yang cermat, maka pastilah sebuah pekerjaan akan selesai pada
waktunya. Sebelum batas akhir waktu selalu ada waktu.
Pengalaman seperti ini terjadi berulang-ulang.
Aku bersama para pelaksana menargetkan akan menyelesaikan “Ganti Uang” sebelum
kegiatan berikutnya dimulai. Hitungan waktu yang tersedia seminggu. Maka
ditargetkan dalam lima hari kerja keras dan dua hari kalender cadangan
kalau-kalau terjadi sesuatu. Biasanya, pekerjaan dapat diselesaikan pada saat
injury time. Tentu melelahkan sekaligus memuaskan dan membanggakan. Luar biasa
dan terjadi berulang kali.

0 comments :
Post a Comment