Powered by Blogger.
Home » » Cartoon

Cartoon

Written By Suheryana Bae on Friday, March 18, 2016 | 3:53 PM

Terkadang –seringkali malah—kehidupan baiknya dihayati seperti film cartoon. Scoobidoo misalnya. Terbentur-bentur, tergencet, tertabrak mobil, jatuh, kemudian menjalani kelanjutan hidup seperti tidak terjadi apa-apa.
Atau seperti anak balita. Berjalan-jatuh-berjalan-jatuh-berjalan-jatuh-berjalan. Menangis-tersenyum-baceo-tertidur-menyusu-dimandikan-bermain-menangis-tersenyum-baceo -tertidur-menyusu-dimandikan-bermain-menangis. Dihayati dengan kelembutan emosi tetapi tidak emosinal.
Kalau kehidupan dihayati seperti “manusia kamar” dengan teramat serius, dengan pemikiran mendalam, dengan penghayatan yang emosional maka hasilnya adalah penyakit jantung, diabetes, kolesterol, stroke.
Kehidupan ya kehidupan saja. Terkadang bersandiwara, terkadang bermain-main, terkadang kerja serius. Emosi dan pemikiran hanyalah tanda kemanusiaan tetapi tidak boleh menghentikan langkah, tidak menghalangi terbitnya matahari, tidak menutupi cahaya rembulan, tidak membuat nafas tersengal.

Kehidupan ya kehidupan saja. 

0 comments :

Post a Comment