Handicapped pembelajar adalah ketidaksabaran.
Dari tidak bisa ingin melompat menjadi bisa. Calon penghafal Qur’an tidak sabar
dengan seayat demi seayat. Merasa mampu tiga-empat aya dalam sehari. Hasilnya
adalah tiga-empat ayat pada waktu itu, tetapi dua-tiga hari kemudian kembali ke
nol. Kembali ke tidak hafal.
Pembelajar bahasa Inggris, tidak sabar dengan
menghafal vocabulary satu hari satu kata. Inginnya sepuluh-dua puluh kata. Pada
saat belajar rasanya mudah dan sudah lekat. Besok menjadi samar.
At the end, semua berantakan. Sang calon
penghafal Qur’an keburu bosan dan merasa tidak memperoleh kemajuan sehingga
berhenti di tengah jalan. Pembelajar bahasa Inggris merasa bebal karena
kemampuan Inggrisnya berjalan seperti keong. Akhirnya berhenti sebelum
berbicara dengan native speaker.
Pun dalam kehidupan. Banyak orang ingin melompat
pada fase keberhasilan tanpa melalui tangga-tangga pengalaman. Ingin menjadi
pejabat tanpa berlama-lama menjadi staf.. Ingin tersohor tanpa perjuangan. Kaya
tanpa derita. Cerdas tanpa belajar.
Tidak bisa. Semua ada waktunya. Orang yang ingin
berhasil harus bersabar mengikuti tahapan. Menahan gejolak , berpikir
strategis, berhitung dengan waktu.


0 comments :
Post a Comment