Powered by Blogger.
Home » » Everything has it's time

Everything has it's time

Written By Suheryana Bae on Thursday, March 17, 2016 | 10:02 AM

Everything Has its Time
Handicapped pembelajar adalah ketidaksabaran. Dari tidak bisa ingin melompat menjadi bisa. Calon penghafal Qur’an tidak sabar dengan seayat demi seayat. Merasa mampu tiga-empat aya dalam sehari. Hasilnya adalah tiga-empat ayat pada waktu itu, tetapi dua-tiga hari kemudian kembali ke nol. Kembali ke tidak hafal.
Pembelajar bahasa Inggris, tidak sabar dengan menghafal vocabulary satu hari satu kata. Inginnya sepuluh-dua puluh kata. Pada saat belajar rasanya mudah dan sudah lekat. Besok menjadi samar.
At the end, semua berantakan. Sang calon penghafal Qur’an keburu bosan dan merasa tidak memperoleh kemajuan sehingga berhenti di tengah jalan. Pembelajar bahasa Inggris merasa bebal karena kemampuan Inggrisnya berjalan seperti keong. Akhirnya berhenti sebelum berbicara dengan native speaker.
Pun dalam kehidupan. Banyak orang ingin melompat pada fase keberhasilan tanpa melalui tangga-tangga pengalaman. Ingin menjadi pejabat tanpa berlama-lama menjadi staf.. Ingin tersohor tanpa perjuangan. Kaya tanpa derita. Cerdas tanpa belajar.

Tidak bisa. Semua ada waktunya. Orang yang ingin berhasil harus bersabar mengikuti tahapan. Menahan gejolak , berpikir strategis, berhitung dengan waktu. 

0 comments :

Post a Comment