Powered by Blogger.
Home » » Keluar dari JEbakan Rutinitas

Keluar dari JEbakan Rutinitas

Written By Suheryana Bae on Tuesday, March 8, 2016 | 8:33 AM

Kerja adalah rutinitas. Proses Pengulangan.
Rutinitas pedagang adalah belanja-menata dagangan-menunggui warung-melayani konsumen.
Rutinitas  petani adalah ngopi pagi-ke sawah-mencangkul-nyaneut-pulang.
Rutinitas orang kantoran adalah apel pagi-mengerjakan tugas <mengetik, agenda surat, membuat draft surat, tanda tangan>, ngerumpi. 
Sebagai sebuah rutinitas bisa jadi membosankan, menenggelamkan dalam kesibukan tiada akhir,  meningkatkan keterampilan, atau membuat terlena.
TETAPI bagi yang berpikiran positif, selalu ada peluang untuk keluar dari jebakan rutinitas. Seorang typis dalam upaya meningkatkan keterampilan bukan hanya mengetik tanpa rasa seperti robot, tetapi bisa bertanding dengan pencapaian dirinya sendiri di. Kalau kemarin satu lembar membutuhkan waktu lima belas menit, dengan daya kreatifnya bisa meningkat menjadi 14-12-10-8 menit per lembar. Pada saatnya bisa menjadi puluhan lembar per menit, ketika sudah menjadi bos. Haha ...
Basi seorang konseptor surat, tidk hanya berpikir bagaimana menyusun sebuah surat tetapi bisa mencari peluang untuk menambah referensi, membaca aturan, mencontoh surat-surat yang baik, berlatih mengefisiensi kata dan kalimat.
Bagi seorang pemimpin banyak kesempatan untuk keluar dari jebakan rutinitas yang hanya seputar membaca surat, menandatangani, membagi pekerjaan, membereskan administrasi. Pemimpin harus dan selayaknya keluar dari jebakan rutinitas agar tetap up to date antara lain dengan banyak membaca referensi pengalaman dan teori para pemimpin, membangun jejaring, menerapkan prinsip-prinsip ilmiah, melakukan banyak percobaan, menghadapi tantangan, merumuskan kebijakan strategis, memotivasi staf dan banyak hal lainnya.

Perkembangan diri akan diperoleh manakala kita dapat keluar dari jebakan rutinitas dan memodifikasi rutinitas secara kreatif. 

0 comments :

Post a Comment