Rutinitas pedagang adalah belanja-menata
dagangan-menunggui warung-melayani konsumen.
Rutinitas
petani adalah ngopi pagi-ke sawah-mencangkul-nyaneut-pulang.
Rutinitas orang kantoran adalah apel
pagi-mengerjakan tugas <mengetik, agenda surat, membuat draft surat, tanda
tangan>, ngerumpi.
Sebagai sebuah rutinitas bisa jadi membosankan,
menenggelamkan dalam kesibukan tiada akhir,
meningkatkan keterampilan, atau membuat terlena.
TETAPI bagi yang berpikiran positif, selalu ada
peluang untuk keluar dari jebakan rutinitas. Seorang typis dalam upaya
meningkatkan keterampilan bukan hanya mengetik tanpa rasa seperti robot, tetapi
bisa bertanding dengan pencapaian dirinya sendiri di. Kalau kemarin satu lembar
membutuhkan waktu lima belas menit, dengan daya kreatifnya bisa meningkat
menjadi 14-12-10-8 menit per lembar. Pada saatnya bisa menjadi puluhan lembar
per menit, ketika sudah menjadi bos. Haha ...
Basi seorang konseptor surat, tidk hanya berpikir
bagaimana menyusun sebuah surat tetapi bisa mencari peluang untuk menambah
referensi, membaca aturan, mencontoh surat-surat yang baik, berlatih
mengefisiensi kata dan kalimat.
Bagi seorang pemimpin banyak kesempatan untuk
keluar dari jebakan rutinitas yang hanya seputar membaca surat, menandatangani,
membagi pekerjaan, membereskan administrasi. Pemimpin harus dan selayaknya
keluar dari jebakan rutinitas agar tetap up to date antara lain dengan banyak
membaca referensi pengalaman dan teori para pemimpin, membangun jejaring,
menerapkan prinsip-prinsip ilmiah, melakukan banyak percobaan, menghadapi
tantangan, merumuskan kebijakan strategis, memotivasi staf dan banyak hal
lainnya.
Perkembangan diri akan diperoleh manakala kita
dapat keluar dari jebakan rutinitas dan memodifikasi rutinitas secara kreatif.


0 comments :
Post a Comment