Powered by Blogger.
Home » » CATATAN PENSIUNAN 69 : PILIHAN NYAMAN

CATATAN PENSIUNAN 69 : PILIHAN NYAMAN

Written By Suheryana Bae on Friday, June 12, 2026 | 3:18 PM


Seiring bertambahnya usia, aku semakin menyadari bahwa tidak semua keputusan hidup harus diukur dengan uang, jabatan, atau penghargaan orang. Ada ukuran lain yang sering terlupakan, padahal sangat menentukan kualitas hidup seseorang, yaitu "kenyamanan".

Kenyamanan yang dimaksud adalah keadaan ketika hati merasa tenang, pikiran tidak terbebani, dan dapat menjalani hari-hari dengan rasa yang lebih damai.

Semasa muda, banyak orang mengejar berbagai hal dalam waktu bersamaan. Karier, penghasilan, pengakuan, kedudukan, dan berbagai simbol keberhasilan lainnya. Tidak ada yang salah dengan itu. Namun setelah melalui perjalanan hidup, rasanya tidak semuanya menghadirkan kenyamanan.

Ada orang yang berhasil mengumpulkan banyak harta, tetapi hidupnya dipenuhi kecemasan. Ada yang memperoleh penghargaan dari banyak orang, tetapi kehilangan kebersamaan dalam berkeluarga. Ada yang tampak sukses dalam persepsi masyarakat, tetapi setiap hari penuh keluh kesah.

Aku mulai memandang hidup dengan cara yang sedikit berbeda. Kreativitas, produktivitas, dan pekerjaan tetap penting. Berkarya tetap perlu. Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tetap bernilai. Namun semuanya berada di bawah satu pertimbangan yang lebih mendasar, yaitu kenyamanan diri.

Aku tidak lagi ingin memaksakan diri melakukan sesuatu hanya agar dianggap hebat oleh orang lain. Aku tidak akan mengejar sesuatu yang membuat hati lelah hanya demi memperoleh pengakuan. Bagiku, jika suatu pekerjaan menguras seluruh energi tanpa memberikan makna apa pun, mungkin sudah saatnya mempertanyakan kembali alasan mengapa pekerjaan itu dilakukan.

Setiap orang memiliki sumber kenyamanan yang berbeda-beda. Ada yang menemukan kenyamanan dalam bekerja. Mereka merasa senang ketika menyelesaikan tugas, menciptakan sesuatu, atau membantu orang lain. Ada yang menemukan kenyamanan dalam produktivitas. Mereka sangat menikmati proses menghasilkan karya dan melihat manfaat pekerjaanyan.

Sebagian orang menemukan kenyamanan dalam kreativitas. Menulis, melukis, membuat kerajinan, berkebun, atau melakukan berbagai hal yang memungkinkan mereka berekspresi.

Ada pula yang menemukan kenyamanan dalam musik. Setiap alunan nada dapat menenangkan pikiran dan menghadirkan ruang kontemplasi. Sebagian lainnya menemukan kenyamanan dalam membaca. Buku menjadi sahabat yang setia menemani hari-hari, membuka wawasan, sekaligus mengajarkan banyak kebijaksanaan.

Bagi sebagian orang, menulis adalah tempat pulang. Melalui tulisan, mereka menata pikiran, memahami perasaan, dan berdamai dengan berbagai pengalaman hidup. Ada pula yang menemukan kenyamanan dalam olahraga. Tubuh yang bergerak membuat pikiran dan perasaan terasa lebih segar.

Bahkan ada yang menemukan kenyamanan dalam bermain, bercengkerama dengan keluarga, menikmati secangkir kopi, berjalan santai pada pagi hari, atau sekadar duduk memandangi titik-titik hujan yang turun perlahan.

Banyak hal sederhana dan berbeda dapat menghadirkan kebahagiaan. Karena itu, jangan terlalu mudah menilai pilihan hidup orang lain. Apa yang membuat seseorang bahagia belum tentu membuat orang lain merasakan hal yang sama. Tidak semua orang harus persis sama.

Kita hidup di zaman yang sering mengukur nilai seseorang dari pencapaian. Akibatnya, banyak orang merasa bersalah ketika beristirahat. Merasa tidak berguna ketika tidak produktif. Merasa tertinggal ketika tidak mengikuti perlombaan.

Padahal hidup bukan semata-mata tentang siapa yang paling cepat, paling terkenal, atau paling kaya. Hidup juga tentang menemukan cara yang paling sesuai untuk menjalani hari-hari dengan hati yang tenang.

Aku percaya bahwa ketika seseorang merasa nyaman dengan apa yang dilakukannya, ia akan lebih mudah bertahan. Tidak perlu dipaksa untuk terus bergerak. Tidak perlu terus-menerus mencari motivasi dari luar. Kenyamanan itu sendiri akan menjadi energi yang membuatnya terus melangkah.

Maka jika kenyamanan itu ada dalam kerja, bekerjalah. Jika ada dalam produktivitas, berkaryalah. Jika ada dalam kreativitas, ciptakanlah sesuatu. Jika ada dalam musik, dengarkanlah. Jika ada dalam membaca, bacalah. Jika ada dalam menulis, menulislah. Jika ada dalam olahraga, bergeraklah. Jika ada dalam permainan yang sehat dan menyenangkan, nikmatilah.

Sebab pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang mencapai sesuatu. Hidup adalah tentang menjalani perjalanan dengan hati nurani. Dan sering kali, keputusan terbaik bukanlah yang paling menguntungkan atau paling mengesankan, melainkan yang membuat kita merasa lebih damai, lebih utuh, dan lebih nyaman menjadi diri sendiri.

0 comments :

Post a Comment